Seperti burung, kuingin terbang ke haribaan-Nya
Tapi, sangkar ini…
sangkar ini…
Seperti ikan, kuingin berenang bebas ke samudera Kasih-Nya
Tapi, kaca ini…
kaca ini…
Seperti burung, kuingin terbang ke haribaan-Nya
Tapi, sangkar ini…
sangkar ini…
Seperti ikan, kuingin berenang bebas ke samudera Kasih-Nya
Tapi, kaca ini…
kaca ini…
Sial, 2 hari sudah Telkomsel Flash ngadat. Kaga bisa update blog & web, juga chat. Sial. Apa yang kau lakukan jika koneksi internet ngadat² kawan?
Lelang Al-Qur’an Termini di Dunia
Tadi ada temen dateng, bawa data tentang Al-Qur’an mini.Mau dilelang katanya. Kebetulan ada toko online ini, so aku disuruh njualin.
Bagi kamu yang punya teman, saudara atau kenalan yang suka mengoleksi benda-benda antik, tolong tunjukin ya link ini: Al-Qur’an Termini.
Oke, mau lihat lebih lanjut? Klik di sini yah
(more…)
Malam ini, ku sendiri, tak ada yang, menemani, seperti malam-malam, yang sudah, sudah
Ya, malam ini. Malam yang selalu gelap di luar, yang selalu kelam di atas sana. Ada yang menemani, tapi aku seperti tak mau ditemani. Entahlah, aku seperti pengelana yang selalu dan selalu ingin sendiri.
Ah, kesendirian memang menyenangkan sekaligus menyakitkan. Senang karena tak ada yang mengganggu, sakit karena tak ada tempat untuk melepaskan unek-unek di hati ini. Yang bikin sumpek, bikin kacau hati saja. (more…)
Alhamdulillah akhirnya kelar juga situs yang selama setahun ini bikin ganjelan di hati
Situs tentang apa? Kerajinan. Ya, kerajinan Jogja.
So, kunjungi http://www.palapa.web.id Jika belum kelihatan toko-nya yang baru, buka saja http://bwt.web.id/palapa.web.id
Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah. (more…)
Wew, mau nikah han?
Kagak ![]()
Mau sunatan han?
Yang benar saja? ![]()
Mau nyalon Kades han?
Halah ![]()
Trus mau apa dong? ![]()
malas menjalar menyelimuti
menepis sukses yang berlari
maka hilanglah sang jiwa
butalah hati dan mata
kita tidak malas?
kita tidak terbius?
lantas kemana?
taring-taring kita?
bunuh malas!
kembangkan sayap!
buru sang waktu!
arungi taman luas!
lalu kita berleha
di atas singgasana
aku ‘kan menunggumu
sampai masa tak tentu
mungkin seribu tahun lagi
kita baru bisa bertemu
bila malas kita
masih membelenggu
halus pipimu menambah jerawat
di hatimu yang halus pula
gemulai langkahmu terseret
jadi pincang karena bibir pula
bibir bukan pipi
tapi jerawat tetap di hati
bila anggun menyinari
jalanlah berhati-hati
kau ‘kan tersandung, dara
bila dadamu kau biarkan membara
mengais sampah di tempat rahasia
lalu kau pun mendua
mengerikan, dara!